Kini kau berubah

"ASAP" 

 Dulu, udara bersih sangatlah mudah kita jumpai.. 
di taman, di sekolah, di jalan setapak, bahkan dapat kita jumpai hingga ke kamar kita. 

 Dulu, hampir di setiap jalan, pepohonan selalu menyapaku..
seraya berkata, selamat menikmati O2 Ku, sambil menggoyangkan ranting dan daun-daun, yang dipandu oleh semilir angin yang bermigrasi ke berbagai penjuru wilayah. 

 Dulu, orangutan, bekantan, harimau, ular, gajah dan hewan lainnya, mereka hidup bahagia.. 
walau berkelompok, mereka tetap satu, bertetangga dan menjadi penghuni tetap di sebuah tempat, yang katanya Paru-paru Dunia.. 

 Hutan Indonesia yang katanya sebagai nutrisi paru-paru semua makhluk hidup, Apakah saat ini masih seperti itu? Tentu saja,.. iya. 

Ekspektasiku berkata seperti itu.
Namun, realita yang kurasakan sangatlah bertolak belakang...
Ternyata sekarang,..

Asap menghantui makhluk hidup di semua tempat tanpa terkecuali, 
Hutan Indonesia yang katanya paru-paru dunia pun ikut serta dalam mengembangbiakkan asap.. 

Bahkan, akhir-akhir ini asaplah yang membangunkanku dari mimpi indahku.. 

Putih, bau tidak sedap, dan mengakibatkan orang jatuh sakit, 
itulah Dirimu...

Tak ada satupun orang yang menerima kehadiranmu, Namun kau tetap kukuh untuk menemui semua orang, semua hewan, semua tanaman, semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini.

Asap.....
Kehadiranmu mengganggu dan menghambat aktivitas kami, 
Kehadiranmu bukan keinginan kami, Kehadiranmu mengurangi udara bersih, Sungguh kehadiranmu membawa petaka bagi kami... 


Rabu, 18 September 2019; Karya: Diva Ramadani

Komentar