Breath and Rest.

Februari 2020.
Saat hati, pikiran dan mental sedang patah-patahnya azeg wkwkwkw sebuah tawaran yang belum pernah kuduga datang tiba-tiba. Dari seorang teman kakakku, yang kontaknya tersimpan disalah satu media sosialku, menelponku pada saat malam itu. .

Kudengarkan baik-baik dengan penuh perhatian setiap kata beliau, sebuah arahan yang membuatku tidak jadi mengantuk bahkan membuat mataku menyala-nyala, dan semakin tajam pendengaranku. Hampir sejam lamanya, yang pada intinya memintaku untuk memberikan keputusan, bersedia atau tidak. Sudah jadi kelemahanku memang untuk memberikan keputusan yang cepat, sehingga aku meminta sedikit waktu untuk memikirkan dengan matang dan akan kukabarkan lagi secepatnya. 
Alhamdulillah beliau memberiku waktu 2hari untuk menjawabnya wkwk. ... 

Keesokan harinya, aku lihat jadwalku, kuliah hampir 1 bulan lagi, saat itu mulai memasuki masa konsul KRS (kartu rencana studi) atau perencanaan mata kuliah yang akan kita ambil dan laksanakan nantinya. Sehingga aku yakin dengan keputusan yang kuambil saat itu sama sekali tidak mengganggu waktu kuliahku. Tak lupa serta merta pendapat orangtua kutambahkan agar aku bisa mengoreksi pilihan dan tindakan mana yang dapat kuputuskan dengan cepat dan tepat. 

 Malam harinya, kami komunikasi lagi via telepon pulsa, walau masih tersisa satu hari, dengan kalimat hati-hati aku mengatakan bahwa aku menyanggupinya. Hmmm, gakebayang si berangkat dari rumah jam setengah 7 pagi menuju sekolah menengah pertama yang jaraknya berdekatan dengan PLN dan PT. Karet Insan Bonafide sesuai jadwal yang sudah ditentukan. 

Diluar dugaan memang, satu kelas paling sedikit diisi dengan 1 siswa, dan paling banyak 12 orang siswa/i tapi sisi positifnya adalah akan lebih maksimal dan efektif bagi mereka untuk memahami pelajaran dengan baik. Ada yang penurut, pendiam, serius, suka bercanda, mengobrol, dan kadang riweuh saat jam pelajaran dimulai, tapi harus bisa ngontrolin mereka agar kembali fokus wkwk. Hmm satu hal yang ada dipikiranku saat itu, apakah aku juga begitu semasa smp? dan ini kah yang menjadi tantangan bagi mereka (si pemberi materi)?

Sering kita jumpai metode tulis-baca-tulis-baca dikehidupan kita, tapi sepertinya mereka bukan tipe murid yang menyukai hal itu, begitu juga denganku wk, I don't know why, but it feels like monoton h3h3.. Sampai aku menggunakan metode belajar dengan praktik yang dikemas dengan games yang melatih konsentrasi mereka agar tetap terjaga, sehingga aku mendapat perhatian penuh dari mereka dan dengan harapan, mereka juga mendapat penyerapan pemahaman apa yang aku ajarkan wkwkwkwkw. 


 ------------- tak jarang tercium aroma karet, yang warbyasa baunya menyengat membuatku pusing seketika saat didalam kelas, maupun diluar kelas. Bagaimana dengan mereka? "Kami sudah terbiasa bu, sehingga kami tidak kaget lagi ketika mencium aroma ini" Pun seorang wanita yang sudah lama berada disini juga berkata "Saya juga waktu awal-awal disini langsung pusing ketika menghirup aroma karet itu karena belum terbiasa, tapi lama-lama sudah terbiasa kok" Hmm, apa boleh buat, hirup terus gan wkwkw. ------------- 


 Eits terkait foto diatas, kursi dan meja diatas tidak sedang mengalami physical distancing wkwkwk. Itu adalah ruangan kelas 7smp, yang terdiri dari 2 siswi. Tak sengaja aku bertanya salah seorang siswi mengenai umur, ia menjawab "Umur ulun 15 tahun bu" , karena pada biasanya 15tahun itu adalah usia memasuki sma, aku mendengar hal itu sontak kaget dong, bahkan gasengaja pula bilang "hah" tapi langsung kususun kalimat dengan hati-hati agar dia tidak tersungging sama sekali, "Ooooh kamu habis lulus sd kerja dulu ya? trus baru ngelanjutin sekolah lagi?". Dengan ramahnya ia tersenyum, dan menjawab "iya".. Well, gapapa sih jika memang proses jalan mereka kekgitu, yaa lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali sih ya kann? ................ 

 Beralih ke kelas 8smp, yang terdiri dari 1 orang siswa, ia begitu penurut dan sangat friendly, bahkan ia memberi pesan kepadaku, "hati-hati ya bu, kelas sebelah (9smp) jumlahnya 12orang, ada beberapa murid yang orangnya susah diatur bu, jadi harus sabar bu" hmmm..munculah rasa penasaran ku pada mereka yang diceritakan oleh si anak friendly ini. ................ 

 Sementara dikelas 9smp, gaada satupun dari mereka yang tidak memiliki smartphone, masing-masing meletakkan dibawah meja, sesekali sambil memainkan ketika aku sedang lengah, namun hari-hari berikutnya takkan kubiarkan hal itu terulang lagi. Main tiktok, freefire, mobile legend, instagram, dll. Aku tidak melarang mereka bermain itu, tapi kutekankan pada mereka, ada waktunya bermain itu dikala istirahat, sedangkan saat itu harus fokus pada apa yang diberikan. 

 Alhamdulillah, nurut koq dan dikelas inilah metode 'games sambil belajar' yang kugunakan dan mereka menyukainya :) Sangat disayangkan sih ya, jika smartphone yang mereka pegang hanya digunakan hal itu-itu saja, sehingga aku berharap semoga kedepannya smartphone yang mereka pegang benar-benar digunakan dan dimanfaatkan untuk belajar dan hal-hal yang berdampak positif.

2Maret 2020, sebuah pengumuman yang tidak mengenakkan, bahwa ada 1 orang di Indonesia terkonfirmasi positif covid-19. Sehingga kegiatan pengumpulan massa sangat tidak dianjurkan ditempat umum, lembaga pendidikan, dan lainnya. Kegiatan belajar online dari rumah pun diterapkan, belajar online dari rumah serentak se-Indonesia bahkan seluruh dunia, sebagai salah satu ide 'gelo' yang pernah muncul dalam pikiranku pada 2017 lalu, dengan tujuan untuk meningkatkan melek teknologi dan/ digital sejak dini. Hal ini terbayangkan olehku, saat masih duduk dibangku sma, belajar melalui aplikasi Quipper. Dan banyaknya pembelajaran yang dikemas lebih menarik melalui video animasi yang dapat kita jumpai di YouTube. ................ 


 Entah bagaimana kabar mereka (siswa/i disana) setelah merasakan belajar online dari rumah menggunakan smartphone mereka, semoga saja semangat belajar mereka meningkat dan lebih bijak dalam memanfaatkan smartphone. Walaupun tidak lama, tapi banyak hikmah yang dapat kupetik saat berada disana. Jangan mudah menyerah, coba lagi, lagi, dan lagi. Not to be the best in your life, but do the best (with your version) h3h3h3h3h3...

Semangat Diva!!! CAYOO

Komentar