AHOHO..
Apa kabar kalian guise? Kuharap kalian semua sehat walafiat.
Ga kerasa udah mau Ramadhan 2022 aja yak wkwkwk..
Anyway, Terimakasih loh yaa sudah mau mampir di blog gue,
Terimakasih sudah menyempatkan waktumu untuk membaca di blog gue,
Terimakasih sudah mau bersabar menunggu update-an blog gue:)
Happy Enjoy your time....
WFH
"Bintang, minta tolong seperti biasa ya. Belikan 30pcs meterai 10000 di kantor Pos disana ya" ucap Yumni.
"Ok, ka. Ada lagi?"
"Udah, itu aja. Nih uangnya Rp300.000 (sambil menyerahkan uang) untuk meterai. Nah kalo ini Rp2000 untuk uang parkir di Kantor Pos nanti ya"
"Eh gausah ka Yumni. Uang parkir biar saya pake uang sendiri saja. Lagi pula hari ini hari terakhir saya WFH di kantor ini kak. So, gapapa lah pake uang sendiri"
"WFH? Maksud lo?"
"Ehehe, WFH atau Work a Few Hours itu kerja beberapa jam, alias saya magang dikantor ini tinggal beberapa jam saja kak hihi"
"Lah, apa iya hari ini terakhir lo magang? Wahhh ga kerasa ya udah sebulan aja lo disini. Eh tapi serius ini gue, lo pake uang ini aja buat parkir nanti di Kantor Pos. Mohon diterima ya (menyodorkan uang dengan paksaan)"
"Aaa..eee... yaudah deh kalo begitu"
=================
Bintang meninggalkan Yumni. Yumni meninggalkan Bintang.
Bintang meninggalkan tempat ia magang dan menuju motor, bersiap ke kantor Pos.
"Oiya, plastik merah ini aman aja kali ya disini. Gue taruh disamping motor biru ini aja ah. Semoga aman ya kamu. Jangan hilang dan jangan mau dibawa orang" kata Bintang dalam hati.
Sesampainya di parkiran kantor pos...
"Taruh disini aja mba kendaraannya, biar saya nanti yang memarkirkan kendaraan mba-nya"
"Oh nggeh pak, Makasih ya pak"
Bintang meletakkan motornya, mencabut kuncinya, melepas helm dan sarung tangannya. Lalu masuk ke Kantor Pos.
Satpam membukakan pintu.
"Ada yang bisa saya bantu mba?" tanya satpam.
"Mau beli meterai 10000 pak"
"Oh silahkan duduk diruang tunggu ya mba"
"Iya terimakasih pak"
5 menit kemudian...
"Antrian selanjutnya" kata wanita yang terlihat sebagai admin Kantor Pos.
Bintang duduk berseberangan dengan wanita tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu mba?"
"Saya mau beli meterai 10000 sebanyak 30 pcs mba. Masih ada?"
"Oh ada, sebentar ya (menghitung jumlah meterai dan menyerahkannya kepada Bintang). Ini ya mba"
"Ok, ini uangnya ya mba. Terimakasih mba"
"Terimakasih kembali. Ada yang bisa saya bantu lagi mba?" ucapnya
"Sudah cukup mba"
"Ok, antrian selanjutnya"
Satpam kembali membukakan pintu, Bintang menuju parkiran. Ia mengeluarkan uang Rp2000 yang sebelumnya diberikan oleh ka Yumni.
"Ini uangnya pak, Terimakasih ya pak" kata Bintang.
"Sama-sama, terimakasih kembali ya mba" kata Petugas Parkir.
Bintang keluar dari kantor pos dan menuju Sekretariat Daerah Kota, lokasi magangnya.
Tibalah ia di parkiran lokasi magang dan masih menjumpai plastik merah tersebut. Namun masih ia letakkan disana dan menuju ruangan bagian Umum Sekretaris Daerah Kota, tepatnya meja ka Yumni.
"Ka Yumni ada dimana ya ka?" tanya Bintang pada Windy, rekan Yumi yang duduk bersampingan.
"Tuh, ada di ruangan ibu, tunggu aja disini ya"
2 menit kemudian keluarlah Yumni dari ruangan Ibu Kepala Kepegawaian.
"Ka Yumni, nih meterainya. Ini notanya dan uangnya pas"
"Ok, Makasih ya"
"Siap, sama-sama ka Yumni"
Bintang pun kembali menuju meja kerjanya. Lalu berbisik pada Munza, wanita muda selaku mentor Bintang sejak hari pertama di tempat magang. Ia meminta untuk menemaninya mengambil plastik merah yang berada di parkiran. Plastik itu cukup besar, sehingga ia tak sanggup jika membopongnya sendirian. Lagipula, banyaknya pegawai yang duduk di depan kantor membuatnya malu jika ia melewati mereka dalam keadaan membawa benda yang besar tersebut.
"Oh ok, sini gue bantu bawa" kata Munza.
Mereka berdua berhasil membawa dua plastik merah besar tersebut ke dalam ruangan, lalu meletakkannya ke bawah meja kerja mereka.
Saat Munza ingin bertanya apa gerangan isi plastik merah tersebut, Bintang mendahuluinya menjawab.
"Jadi begini ka Munza, karena hari ini adalah hari terakhir Bintang magang disini, Bintang ada sedikit bingkisan buat bapak kasubbag, ibu kepegtupim, ka Munza dan ka Ratnia. Hal ini Bintang lakuin sebagai ucapan terimakasih karena sudah menerima Bintang untuk magang disini, sudah mau ngajarin Bintang dari A - Z, dan sebagai kenang-kenangan bahwa Bintang pernah magang disini kak. Mohon diterima ya kak.
"Oalaah, sama-sama. Terimakasih kembali loh ya.. Tapi lo terlalu repot buat nyiapin ini semua. Toh ga masalah kalo gaada ini semua kok" (menunjuk plastik merah).
"Ehehe, gapapa ko kak. Mohon diterima ya kak" kata Bintang.
"Eh iyadeh iyaa terimakasih loh yaa.."
"Sama-sama kak. Oiya kak Munza, karena Bintang juga mau ngasih ke bapak dan ibu, jadi Bintang minta tolong fotoin pas penyerahan bingkisan ke bapak dan ibu"
"Okedeh"
==================
Sesi penyerahan kenang-kenangan berjalan khidmat dan lancar. Saat memasuki jam istirahat, Bintang mengeluarkan kue yang terbungkus dari plastik terakhir. Kue itu ia berikan untuk dimakan oleh satu rekan kantornya. Mulai dari bagian keuangan, umum, dan perlengkapan. Tak perlu menunggu waktu lama, kue itu dengan cepat dikerubungi oleh rekan lain.
Hari terakhir ia magang disana, suasana cukup berbeda. Mulai dari bangga, sedih, bahagia, campur aduk menjadi satu.
Banyak pengalaman yang ia dapatkan disana namun tak ia dapatkan di bangku perkuliahan tentunya. Seperti mendata surat masuk dan surat keluar, mendata nota dinas, mengantar surat ke BKPP, memberi nomor surat kepegawaian, mendata persediaan barang, melengkapi data kepegawaian, naik mobil PKK yang muat 16 orang untuk menghadiri acara pernikahan anak dari om Wayano, mendapat jamuan makan sebagai syukuran naik jabatan dari salah seorang rekan kantor, barbeque-an bersama dikantor, ditraktir di warung makan, dan masih banyak lagi!
"Bintang! Lo dicari ka Yumni" ucap ka Ratnia, salah satu mentornya setelah ka Munza.
"Oh ya? Beliau ada dimana ya ka?"
"Nah itu disana ka Yumni, baru keluar dari ruangan ibu" kata Munza.
"Oh iya sip"
"Ka Yumni cari Bintang?"
"Eh iya, itu lo dipanggil bu Indah. Masuk aja ke ruangan beliau, ada yang mau dibicarakan katanya"
"Ok"
"Waduh gawat, salah apa gue ko bisa-bisanya hari terakhir magang malah dipanggil ya? I hope it's gonna be fine. Stay chill, stay humble and down to earth Bintang!!! Lo ga di apa-apa-in kok. Paling cuma diusir atau disuruh cepet pulang wkwkwk" kata Bintang dalam hati.
Itulah Bintang, disaat ia kaget bahkan mulai panik sesaat setelah mendengar bahwa ia dipanggil oleh ibu kepegtupim alias ibu Indah, masih saja ia menyempatkan diri untuk bergurau di dalam pikirannya. Walaupun begitu, ia cukup hebat dalam menutupi wajah kaget dan paniknya yang tak karuan.
"Assalamualaikum, halo bu Indah? Kata ka Yumni, apa benar ibu manggil saya?"
"Eh waaalaikumsalam. Iyap betul. Silahkan duduk Bintang"
Cukup lama mereka berbicara empat mata di kantor. Sampai pada akhirnya bu Indah mengakhiri pembicaraan dengan mengeluarkan amplop putih dan memberinya kepada Bintang. Awalnya ia malu-malu dan berkata tidak usah, namun adanya unsur paksaan dan ucapan "ambil aja, ayo ambil aja" dari bu Indah justru membuat Bintang tidak enak untuk menolaknya. Dan akhirnya ia terima dengan legowo dan ikhlas.
"Terimakasih ya bu"
"Terimakasih kembali. Ibu yang berterimakasih loh ya karena sudah mau magang disini dan sudah diberi bingkisan ini"
"Sama-sama bu. Semoga bermanfaat ya bu"
"Eh iya, Bintang juga ya"
TA-MATTT
Dan ini adalah dokumentasi Bintang saat magang.
Komentar
Posting Komentar