RODA

Hi Welcome back ! 
It's me Diva, but you can call me Diva, Dira, Bintang or anything else.

Kali ini aku akan bahas tentang roda. Eits bukan tentang asal-usul roda, prosedur membuat roda, apalagi memilih roda yang baik untuk digunakan ya wkwk. Melainkan tentang roda kehidupan.

Stay tuned :)



Waktu SD tepatnya kelas 4. Gue sering banget dengar yang namanya roda kehidupan, kira-kira begini bunyinya: "Hidup itu layaknya roda, kadang diatas kadang dibawah". Nah kalimat ini gue temuin dari cuplikan program televisi, papan iklan di jalan, hingga koran. Tapi jujur aja, gue sama sekali gatau apa maksudnya, artinya apa, dan maknanya apa.

Dan gue tipe orang yang suka menyimpan pertanyaan/ hal yang belum gue ketahui secara sendiri, gue pendem di otak sendiri, gue genggam di tangan gue sendiri.

Saat itu gue juga ga mau tau-tau banget. Ya biasa ajalah pokoknya. Gue pun juga ga ada niatan untuk tanya ke keluarga, temen, maupun guru.

Sampai pada akhirnya gue pernah dengar dari mulut guru gue.

        "Buku itu jendela ilmu. Semakin banyak kamu membaca maka semakin banyak pengetahuan yang akan kamu tau, bahkan pengetahuan yang tidak diajarkan di sekolah sekalipun. Maka dari itu kita harus banyak membaca ya! Entah dari baca buku, baca koran, baca artikel, baca majalah anak-anak seperti majalah Bobo, dan lain sebagainya" 

Dan pada suatu kesempatan, guru gue itu pernah ngasih tugas yang mengharuskan kami semua selaku murid yang diajar beliau untuk mengerjakan tugas dan menjawab tugas tersebut melalui membaca buku-buku yang ada di perpustakaan. Nah dari sini gue mulai kenal sama yang namanya perpustakaan.

Ok, beralih pada roda kehidupan yang gue singgung di awal, sejak teringat ucapan guru dan kenal perpustakaan, gue jadi penasaran tentang pertanyaan yang gue pendem itu.

        "Berarti kalimat tentang roda kehidupan: hidup itu layaknya roda, kadang diatas dan kadang dibawah ada jawabannya dong ya di buku-buku perpustakaan" ucap gue.

Nah sejak saat itu gue sering banget apel ke perpustakaan setiap istirahat sekolah. 
Hah? Apa ga lapar Div? Waktu istirahat malah dipake untuk ke perpustakaan?!! 
Memang pada awalnya setiap gue baca buku selalu lapar wkwk. Tapi lama-lama gue lebih terbiasa *jangan ditiru ya man-teman wk*. Toh pulang sekolah masih ada waktu kok untuk beli jajan, pikir gue.

Lalu, karena gue baru ngerti ternyata buku itu ada genrenya (bidang) dan gue juga ga tau kira-kira bacaan tentang roda kehidupan itu masuk ke genre apa, akhirnya gue baca satu per satu buku setiap genre yang ada di perpustakaan saat itu. Tapi ada juga buku yang cuma gue buka-buka aja wkwk. Khususnya yang isinya bahasa inggris semua wkwk.

Oiya, sejak saat itu juga gue mulai ketemu buku dari yang banyak gambarnya, sedikit bergambar hingga hanya melulu tulisan. 

Sehari, dua hari, seminggu, sebulan dan seterusnya. Hasilnya NIHIL! Gue sama sekali ga ketemu tulisan yang berkaitan dengan roda kehidupan itu. Jujur, gue rada kesel, keselnya gue juga tetap gue pendem, tapi yaudah lah. Mungkin jawabannya ada di buku lain diluar perpustakaan ini atau bahkan perpustakaan sekolah memang sengaja ga nyediain bacaan tentang roda kehidupan karena memang tidak layak sebagai bahan bacaan anak-anak SD apalagi seusiaku saat itu, pikirku. 

Nah salahnya gue, gue juga masih tetap sok berusaha mencari jawabannya sendiri dan gaada niatan buat tanya ke orang lain sekalipun bertanya ke penjaga perpustakaan.

Oiya, sebelum kita akan membaca buku, kan kita harus mengisi daftar pengunjung perpustakaan tuh, nah gue tulislah nama gue beserta kelas setiap saat mau baca di perpustakaan. Saking seringnya gue nulis itu gue pernah dikasih tau sama ibu penjaga perpustakaan tersebut.

        "Kalau kamu belum selesai baca bukunya, kamu boleh kok pinjam bukunya dan bawa pulang ke rumah. Tapi ingat! Bukunya jangan dirobek, jangan dihilangkan, jangan dilipat, jangan lupa dikembalikan. Dalam meminjam buku, ada yang namanya masa peminjaman buku. Masa peminjaman buku disini selama seminggu, apabila buku yang kamu pinjam diluar dari waktu yang ditentukan, maka kamu harus bayar denda buku itu per hari. Dan apabila kamu menghilangkan buku kamu harus membayar buku tersebut sesuai dengan harga buku tersebut. Jadi kamu ga perlu repot lagi setiap istirahat selalu ke perpustakaan untuk baca buku" ucap wanita penjaga perpustakaan tersebut yang akrab disapa bu Jamilah. *ih asli gue masih inget dong nama ibu penjaga perpustakaan SD gue saat itu wkwkwk.

Rada konyol sih ya wkwk, berminggu-minggu gue baca buku disana, eh baru ngerti kalo buku di perpustakaan boleh dipinjam WKWKWK. Nah dari situ gue pinjam, gue lanjutkan untuk baca dirumah, tapi sehari-dua hari kemudian langsung gue kembalikan, karena gue takut buku yang gue pinjam itu hilang.

Oiya, walaupun gue ga nemuin jawaban tentang roda kehidupan itu. Tapi kebiasaan itu pelan-pelan mulai melekat dalam diri gue. Sampai suatu saat entah kelas lima atau kelas enam, guru gue saat itu memerintahkan kami semua untuk mengisi jam pelajaran kosong dengan cara mengunjungi perpustakaan dan membaca buku disana. Hal ini dilakukan karena guru yang bersangkutan sedang sakit.

Dengan mudahnya gue spoiler ke temen-temen gue yang lain yang ingin membaca buku tersebut. Dan jujur gue ga keberatan sama sekali kok untuk ngejelasinnya. Gue justru ngerasa excited. For your information nih gais, gue spoiler atas permintaan temen gue sendiri, bukan gue yang langsung menawarkan diri.. 

Gue bukan lahir dari lingkungan yang gemar baca buku, tapi karena penasaran akan jawaban roda kehidupan tersebut, itulah yang memperkenalkan gue dengan yang namanya perpustakaan dan kebiasaan baca buku. Sampai pada akhirnya lulus SD, gue masih belum bisa menemukan jawaban maksud dari roda kehidupan: "hidup itu layaknya roda, kadang diatas dan kadang dibawah".

Dan saat duduk dibangku SMA, gue baru ngerti maksud roda kehidupan itu. Gue memang ga nemuin jawaban yang pas. Melainkan gue temukan melalui pengalaman-pengalaman yang gue rasakan. Dan saat SMA itu, gue baru menyadarinya. 

Ada beberapa memori yang masih gue ingat banget sejak TK sampai SMP, ga perlu gue deskripsikan, ya intinya hidup enak lah ya. Gue mau apa, langsung dikabulin. Namun, sampai pada suatu saat ekonomi keluarga gue tidak stabil bahkan melonjak jatuh. Gue merasa ditampar oleh keadaan itu namun keadaan itulah yang membawa gue ke titik jawaban roda kehidupan, bahkan sampai memaknainya. 

Roda itu kan berbentuk lingkaran, karena berbentuk lingkaran inilah tidak ada yang namanya sisi atas maupun sisi bawah yang menetap. Sebab yang diatas akan berada dibawah dan yang dibawah akan berada diatas secara bergantian. Jika tidak seperti ini, maka dapat dipastikan bahwa roda tersebut tidak dapat berputar. Sedangkan sistem atau cara roda bekerja adalah dengan cara berputar.

Ketika hidup kita berada diatas, disaat kita punya segalanya, disaat kita mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan kita, kita harus selalu bersyukur dan tak lupa untuk selalu menengok ke bawah. Bukan hanya ditengok saja melainkan kita bantu melalui shodaqoh (sedekah). Bisa berupa makanan, pakaian, jasa maupun uang. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan rasa syukur kita terhadap apa yang kita miliki dan yang telah diberikan oleh-Nya.

Namun ketika hidup kita berada dibawah, disaat kita merasa kekurangan, disaat kita sulit untuk memenuhi keinginan apalagi kebutuhan, disaat itulah kita juga tetap harus senantiasa bersyukur dan tak lupa juga untuk menengok ke bawah. Kita boleh sesekali menengok ke atas, tapi jadikanlah tengokan ke atas itu sebagai motivasi dan semangat agar kita jangan pernah putus asa dan pantang menyerah. Belajar untuk cukup dari segi hal apapun. Dan tak lupa juga untuk bersedekah. Sama seperti diatas, sedekah disini bisa berupa makanan, pakaian, jasa, uang. Di masa inilah yang disebut sempit.

Mungkin kalian pernah mendengar tentang perintah bersedekah? 
"Bersedekahlah kalian baik di waktu lapang (luas) maupun di waktu sempit". *CMIIW (Correct Me If I'm Wrong).
Kalo menurut gue sih di waktu lapang (luas) maksudnya adalah saat kita berada diatas atau punya segalanya, hidup enak dan mulus tanpa ada hambatan. Sedangkan waktu sempit disini maksudnya saat kita merasa sulit atau berada dalam kondisi yang serba sedikit kurang. 

Hidup itu seperti roda, kadang diatas dan kadang dibawah. Kita lah yang menggerakkan roda tersebut apakah diatas maupun dibawah. Oiya, bukan dipandang dari segi perekonomian saja, melainkan di lingkup yang lebih luas tentunya. Bisa saja hari ini kita hanyalah orang biasa namun bisa saja 5 sampai 10 tahun ke depan, kita adalah orang yang sangat bermanfaat bagi orang lain. Begitu juga dengan orang lain. Bisa saja orang yang kita temui hari ini adalah orang biasa bahkan orang yang sering diabaikan, direndahkan, diejek. Namun bisa saja dialah penebar kebaikan dan manfaat dimasa mendatang.

Intinya, tetaplah bersyukur di segala kondisi yang kamu alami saat ini.
Jangan lupa bersyukur, tetap semangat. Bahkan sedetik nafaspun juga patut kita syukuri. 

Terimakasih telah menyempatkan untuk singgah di blogku.
Terimakasih telah meluangkan waktu kalian untuk membaca.
Terimakasih telah bersedia menjadi pembaca setia.
Terimakasih...




Cheers, D. R. 
(Diva Ramadani)

Komentar

  1. Nice ,proud of you diva,keep writing and i'll keep reading😙

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaaa Thanks a lot sisterrr, stay health and have a nice dayyy

      Hapus

Posting Komentar